BAPOMI Aceh Timur 2026: Membangun Stadion Alami dari Material Bambu

Menyongsong perhelatan olahraga mahasiswa tingkat regional, BAPOMI Aceh Timur 2026 melakukan sebuah langkah revolusioner yang menempatkan kesadaran ekologis di garis terdepan. Di tengah tren pembangunan fasilitas olahraga yang biasanya mengandalkan beton dan baja—material yang memiliki jejak karbon tinggi—Aceh Timur justru memilih kembali ke alam. Fokus utama proyek ini adalah pembangunan sebuah stadion yang hampir seluruh strukturnya menggunakan material bambu lokal. Pilihan ini bukan sekadar upaya penghematan biaya, melainkan sebuah pernyataan politik lingkungan bahwa arsitektur tradisional dapat bertransformasi menjadi fasilitas modern yang fungsional dan megah.

Bambu dipilih karena sifatnya yang sangat berkelanjutan; ia tumbuh jauh lebih cepat daripada kayu keras dan memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida yang luar biasa besar selama masa pertumbuhannya. Di wilayah Aceh Timur, ketersediaan bambu sangat melimpah, namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada konstruksi sederhana. Dengan melibatkan ahli struktur dari kalangan akademisi dan mahasiswa teknik, bambu diproses melalui teknik pengawetan alami agar memiliki daya tahan yang setara dengan material pabrikan. Penggunaan bahan alami ini memberikan nuansa estetika yang unik, menciptakan stadion yang “bernapas” karena sirkulasi udara yang jauh lebih baik dibandingkan bangunan masif tertutup.

Konsep stadion alami ini dirancang untuk menampung berbagai cabang olahraga atletik dan lapangan. Struktur atapnya menggunakan susunan bambu yang disusun secara geometris untuk memberikan kekuatan maksimal namun tetap ringan. Selain itu, desain ini meminimalisir penggunaan pendingin ruangan (AC) karena pori-pori alami pada struktur bangunan memungkinkan angin pegunungan dan pesisir Aceh Timur mengalir masuk secara alami. Hal ini sangat menguntungkan bagi para atlet mahasiswa yang bertanding, karena mereka akan mendapatkan pasokan udara segar yang lebih baik bagi pernapasan mereka selama berkompetisi di dalam stadion tersebut.

Pembangunan fasilitas ini juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Para pengrajin bambu di desa-desa sekitar dilibatkan dalam proses konstruksi, memberikan mereka lapangan kerja dan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dalam skala industri. BAPOMI Aceh Timur 2026 ingin menunjukkan bahwa olahraga mahasiswa harus mampu memberikan dampak yang merata, tidak hanya bagi para peraih medali, tetapi juga bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi acara. Integrasi antara olahraga dan pemberdayaan bambu sebagai material masa depan adalah bukti nyata dari visi pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh pemerintah daerah dan universitas setempat.