Aspek utama yang menjadi fondasi kekuatan mereka adalah daya tahan atau stamina yang di atas rata-rata. Di Aceh Timur, para pelatih tidak hanya mengandalkan fasilitas gedung olahraga yang megah, tetapi juga memanfaatkan alam sekitar sebagai sarana latihan fisik. Medan yang bervariasi, mulai dari pesisir pantai hingga area perbukitan, menjadi saksi bisu bagaimana para pemuda ini menempa paru-paru dan otot mereka setiap hari. Latihan di alam terbuka ini terbukti memberikan asupan oksigen yang lebih segar serta tantangan mental yang berbeda dibandingkan hanya berlatih di dalam ruangan tertutup.
Bagi seorang atlet mahasiswa, tantangan terbesar tentu saja adalah menjaga kebugaran di tengah padatnya jadwal perkuliahan. Seringkali, mereka harus melakukan sesi latihan fisik intensif pada dini hari sebelum kelas pertama dimulai. Rahasia di balik ketahanan mereka ternyata juga terletak pada pola makan yang sangat dijaga. Mengonsumsi bahan makanan lokal yang kaya protein dan karbohidrat kompleks menjadi kunci utama. Tidak jarang, ramuan tradisional atau jamu alami khas daerah setempat turut berperan dalam mempercepat proses pemulihan otot setelah latihan berat, sehingga mereka tidak mudah mengalami cedera atau kelelahan kronis.
Selain faktor fisik, rahasia latihan yang dijalankan oleh tim pembina di wilayah ini juga menyentuh aspek psikologis. Para atlet diajarkan untuk memiliki mentalitas petarung yang tidak mudah menyerah pada rasa sakit. Di lapangan, stamina bukan hanya soal seberapa kuat jantung berdetak, tetapi seberapa kuat pikiran mengontrol tubuh untuk tetap bergerak saat rasa lelah mulai menyerang. Program latihan interval yang sangat ketat menjadi menu harian yang wajib disantap. Dengan pembagian porsi latihan yang presisi, tubuh para mahasiswa ini dipaksa untuk melampaui batas normalnya secara bertahap namun pasti.
Pentingnya sinkronisasi antara teori dan praktik juga menjadi fokus utama. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai sport science dasar agar mereka tahu mengapa mereka harus melakukan gerakan tertentu. Pemahaman ini membuat mereka lebih sadar akan kebutuhan tubuh sendiri. Misalnya, kapan harus meningkatkan intensitas dan kapan harus melakukan istirahat total. Pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan semangat juang kedaerahan inilah yang menciptakan sinergi luar biasa di lapangan.